benuakaltim.co.id, BERAU – Sebuah tragedi memilukan menyelimuti Kampung Suka Murya, Kecamatan Talisayan.
Seorang pemuda berinisial RD (24), ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri pada Senin (25/5/2026) sore.
Kapolsek Talisayan, AKP Rachmat Wiwid Dianto menerangkan, kejadian tragis ini bermula saat korban berpamitan pergi pada pukul 14.00 WITA.
“RD berpamitan pergi, namun hingga azan Asar berkumandang, ia tak kunjung melangkah kaki ke rumah,” ungkapnya Rabu (27/5/2026).
Kata dia, istri dan ibu korban sempat merasa cemas sehingga melakukan pelacakan terhadap posisi handphone korban.
“Mengandalkan teknologi di tengah kepanikan, kakak korban mencoba melacak posisi ponsel RD melalui aplikasi Google Maps yang terhubung ke email,” bebernya.
Namun, keluarga sempat curiga lantaran posisi handphone korban tak bergerak terpaku di sebuah pondok sepi.
“Karena curiga, kakak korban langsung turun ke lokasi untuk memastikan,” ujarnya.
Kecurigaan itu menjadi kenyataan pahit, sebab di dalam pondok yang tertutup rapat namun menyisakan satu jendela seng terbuka itu, RD ditemukan sudah terbujur kaku dalam posisi tergantung.
Isak tangis keluarga pecah seketika. Dengan sisa-sisa kekuatan, keluarga dibantu warga memotong tali dan mengevakuasi jasad RD menggunakan sepeda motor menuju rumah duka. Di balik keputusan nekatnya, RD diduga menyimpan beban mental yang teramat berat.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga pernah mengalami depresi beberapa waktu lalu,” ungkap AKP Rachmat.
“Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian RD dan memilih untuk segera memakamkannya tanpa proses visum maupun otopsi,” imbuhnya.
Meski demikian, pihak Unit Reskrim Polsek Talisayan tetap melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi demi memastikan tidak ada unsur pidana lain di balik tragedi ini. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






