Imbas Gempa Filipina, BMKG Pastikan Samarinda Tidak Masuk Wilayah Peringatan Dini Tsunami

Ilustrasi. (FOTO: Gemini AI)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Kepala Stasiun Meteorologi BMKG APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menegaskan bahwa penerbitan peringatan dini tsunami merupakan prosedur standar mitigasi yang dilakukan setiap kali terjadi gempa bumi berkekuatan besar yang berpotensi memicu gelombang tsunami.

Menurutnya, gempa dengan magnitudo di atas 7 memiliki potensi menimbulkan tsunami sehingga BMKG wajib melakukan pemodelan dan analisis untuk menentukan wilayah yang mungkin terdampak.

“Gempa dengan magnitudo di atas 7 memang memiliki potensi tsunami. Karena itu setelah dilakukan pemodelan, BMKG mengeluarkan peringatan dini. Untuk Kalimantan Timur, yang masuk dalam estimasi terdampak hanya sebagian wilayah Berau dan Kutai Timur dengan status waspada,” ujarnya.

Baca Juga :  Laba Bersih PDAM Samarinda Turun Jadi Rp53,67 Miliar, Investasi Infrastruktur Jadi Faktor Utama

Riza menjelaskan, hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa peringatan dini di Kalimantan Timur hanya berlaku untuk sebagian wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur dengan kategori waspada. Status tersebut merupakan langkah antisipasi agar masyarakat di wilayah pesisir meningkatkan kewaspadaan sesuai prosedur yang berlaku.

Baca Juga :  Laba Bersih PDAM Samarinda Turun Jadi Rp53,67 Miliar, Investasi Infrastruktur Jadi Faktor Utama

Sementara itu, imbas gempa M 7,7 di Filipina yang berpotensi Tsunami juga mengguncang Kaltim meski relatif kecil, ia memastikan Kota Samarinda tidak termasuk daerah yang masuk dalam cakupan peringatan dini tsunami. Hal tersebut didasarkan pada hasil analisis BMKG yang memperhitungkan lokasi sumber gempa, kondisi geografis, serta potensi penyebaran gelombang.

Baca Juga :  Laba Bersih PDAM Samarinda Turun Jadi Rp53,67 Miliar, Investasi Infrastruktur Jadi Faktor Utama

“Untuk Samarinda tidak ada peringatan tsunami. Dari hasil pemodelan yang kami lakukan, Samarinda relatif aman karena lokasinya cukup jauh dari pusat gempa dan tidak berada di wilayah yang diperkirakan terdampak,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, sehingga tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha