benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur terus mempercepat pembangunan box culvert di ruas Jalan Bontang–Sangatta tepatnya di STA 30+460. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan genangan air yang selama ini kerap mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antardaerah.
Pembangunan gorong-gorong beton berbentuk kotak tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur jalan nasional agar lebih aman, nyaman, dan memiliki sistem drainase yang lebih baik. Selama ini, titik tersebut menjadi salah satu lokasi yang rawan tergenang ketika curah hujan tinggi.
Dengan kapasitas saluran yang lebih besar dibandingkan gorong-gorong konvensional, box culvert mampu mempercepat aliran air menuju saluran pembuangan sehingga potensi banjir di badan jalan maupun kawasan permukiman sekitar dapat diminimalkan.
Selain mengurangi risiko genangan, proyek ini juga diyakini akan memperpanjang usia layanan jalan. Air yang selama ini menggenangi permukaan jalan menjadi salah satu penyebab kerusakan aspal, sehingga perbaikan sistem drainase diharapkan dapat menekan biaya pemeliharaan di masa mendatang.
PPK 2.2 BBPJN Kalimantan Timur, Khanif Ashar, mengatakan pekerjaan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan.
“Pembangunan box culvert ini tidak hanya bertujuan memperbaiki sistem drainase, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap badan jalan agar tidak mudah rusak akibat genangan air. Kami berharap setelah pekerjaan selesai, mobilitas masyarakat dan arus logistik di ruas Bontang–Sangatta dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan efisien,” ujarnya.
Khanif menambahkan selama proses konstruksi berlangsung pihaknya mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan bersama.
“Kami juga meminta masyarakat dan pengguna jalan untuk berhati-hati saat melintasi area pekerjaan, mengurangi kecepatan kendaraan, serta mengikuti pengaturan lalu lintas yang telah disiapkan agar proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa mengurangi aspek keselamatan,” katanya.
Di sisi lain, warga sekitar menyambut positif pembangunan tersebut. Selama bertahun-tahun, kawasan itu kerap mengalami genangan saat hujan deras sehingga menghambat aktivitas masyarakat dan bahkan air sering meluap hingga ke halaman rumah.
“Selama ini, kalau sudah hujan lebat, kami pasti was-was karena air langsung naik ke jalan dan kadang sampai masuk ke pelataran rumah. Dengan adanya pemasangan box culvert yang besar ini, kami sangat lega. Ini solusi yang kami tunggu-tunggu sejak lama,” ujar salah seorang warga.
Keberadaan infrastruktur tersebut juga dinilai strategis bagi kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat di jalur penghubung Bontang–Sangatta yang menjadi salah satu koridor penting aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur. Dengan berkurangnya risiko banjir dan kemacetan akibat genangan, efisiensi waktu tempuh diharapkan semakin meningkat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






