Penerangan Jalan di Tanjung Redeb Baru 13,7 Persen

PERBAIKAN: Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau sedang melakukan perbaikan PJUTS turut turun lapangan Kadishub Berau Rusnan Hefni. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau mengungkapkan minimnya fasilitas Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di wilayah perkotaan Tanjung Redeb.

Meski berstatus sebagai pusat kota, tingkat pelayanan lampu penerangan jalan di daerah tersebut ternyata baru menyentuh angka 13,7 persen dari total kebutuhan ideal.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Berau, Rusnan Hefni, menjelaskan secara aturan ideal, penerangan jalan umum terpasang setiap jarak 50 meter. Namun, realisasi di lapangan masih jauh dari target akibat keterbatasan anggaran dan upaya efisiensi.

Baca Juga :  Ratusan Orang Utan Terancam Karhutla, Menhut Raja Juli Ambil Langkah Darurat

“Kebutuhan ideal PJU untuk Tanjung Redeb itu sebenarnya mencapai 11.791 titik,” kata Rusnan, Rabu (2/9/2026).

“Namun yang terpasang baru 1.613 titik. Artinya, tingkat pelayanan kita baru sekitar 13,7 persen. Mayoritas kecamatan memang statusnya masih kurang,” sambungnya.

Rusnan menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di kecamatan lain. Di Sambaliung, misalnya, kebutuhan PJU diperkirakan mencapai hampir 16.000 titik.

Untuk menyiasati ketimpangan tersebut, Dishub Berau kini tengah memetakan dua tipe PJU, yakni PJUTS yang mengandalkan tenaga surya serta PJU AC yang bersumber langsung dari arus listrik PLN.

Baca Juga :  Kualitas Udara Berau Tidak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker

“Tahun ini pengelolaan PJU AC diserahkan ke kami. Nanti kalau sudah masuk datanya, akan kami rekap secara menyeluruh,” ujar Rusnan.

Ia juga menepis anggapan penentuan posisi tiang lampu dilakukan secara asal-asalan. Sebelum pemasangan, pihak Dishub selalu melakukan perencanaan matang dan berkoordinasi dengan kepala kampung hingga Ketua RT setempat.

Baca Juga :  Pembangunan Sekolah di Kampung Birang Terus Dikebut, Tiga Ruang Kelas Telah Rampung

“Jarak antar tiang idealnya 50 meter. Tapi di lapangan tidak bisa rigid. Kadang-kadang pas titik 50 meter berada tepat di depan gerbang rumah warga, otomatis harus kita geser. Jadi ada fleksibilitas spasi,” tambahnya.

Meski menghadapi kendala efisiensi anggaran, Dishub Berau berencana memprioritaskan usulan pemasangan PJU baru secara bertahap untuk kecamatan lain seperti Segah dan Kelay pada 2027 mendatang. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha