Perda Tenaga Kerja Kurang Ditegakkan Menjadi Pemicu Lemahnya Pengawasan

Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM.CO.ID)

benuakaltim.co.id, BERAU – Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris menilai perbedaan tafsir terhadap Peraturan Daerah (Perda) Tenaga Kerja Lokal menjadi salah satu penyebab utama lemahnya pengawasan pelaksanaan regulasi.

Dalam pernyataannya, Waris menegaskan substansi Perda tidak bermasalah, namun penerapannya terganjal perbedaan penafsiran antara instansi terkait, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Hal ini terutama menyangkut Pasal 54 yang dinilai multitafsir.

Baca Juga :  Pemkab Gelar Audiensi dengan Aliansi Masyarakat Berau, Bahas Keluhan Langkanya BBM hingga Tarif Air Naik

“Masalahnya bukan di Perdanya tapi pada penafsiran terhadap pasal pasalnya, terutama Pasal 54. Disnaker menganggap pengawasan menjadi kewenangan provinsi, sementara kita menginginkan pengawasan dilakukan di tingkat kabupaten,” ujarnya, Kamis (22/5/2025).

Menurut Waris, kondisi ini diperparah dengan tidak diaturnya tata cara pengawasan dalam Peraturan Bupati (Perbup), meskipun seharusnya itu menjadi turunan dari Perda.

Baca Juga :  Kontingen Berau Ikuti 47 dari 67 Cabor di PORPROV VIII Kaltim 2026

Ia juga menyebutkan Pasal 3 yang menurutnya penting dalam menetapkan tata cara pengawasan, tidak dimuat dalam Perbup yang ada saat ini.

“Padahal perjuangan untuk Perda ini sudah panjang, tapi amanah pengawasan justru tidak dimasukkan dalam peraturan teknisnya. Ini menjadi tanda tanya besar,” ungkapnya.

Waris mengusulkan agar ke depan dilakukan revisi terhadap Perbup atau bahkan penyusunan Perbup baru yang memuat secara jelas mekanisme pengawasan

Baca Juga :  Berau Darurat Kabut Asap, Kualitas Udara Kian Mengkhawatirkan

Termasuk pembentukan tim terpadu dan penganggarannya melalui instansi terkait seperti Satpol PP.

“Kalau perlu kita tidak revisi Perdanya tapi Pergubnya yang kita ubah agar bisa memasukkan aturan soal pengawasan termasuk peran tim terpadu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha