BBPJN Kaltim Gunakan Bridge Inspection Vehicle, Pemeriksaan Jembatan Kini Lebih Aman dan Modern

Bridge Inspection Vehicle (BIV) milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur sebagai kendaraan khusus berteknologi modern yang digunakan untuk membantu proses pemeriksaan dan pemeliharaan jembatan secara lebih aman, cepat, dan efisien. (FOTO: BBPJN Kaltim)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur kini memiliki Bridge Inspection Vehicle (BIV), kendaraan khusus berteknologi modern yang digunakan untuk membantu proses pemeriksaan dan pemeliharaan jembatan secara lebih aman, cepat, dan efisien.

Kehadiran BIV menjadi langkah baru dalam mendukung pengawasan kondisi jembatan di ruas jalan nasional, terutama pada struktur yang sulit dijangkau dengan metode konvensional.

Kepala BBPJN Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Jepang yang diterima BBPJN Kaltim sejak Desember 2025 melalui Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.

Baca Juga :  DPKH Kaltim Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup, Permintaan Diprediksi Meningkat

“BIV ini sangat membantu proses pemeriksaan jembatan, khususnya pada bagian bawah struktur seperti girder, sambungan, pier, bearing, hingga area yang sulit dijangkau alat biasa,” ujarnya.

BIV dirancang menggunakan boom atau platform hidrolik fleksibel yang mampu mengikuti bentuk struktur jembatan. Kendaraan ini memiliki kapasitas bucket maksimal 300 kilogram atau mampu menampung hingga tiga orang petugas.

Selain itu, BIV mampu menjangkau ketinggian hingga 8 meter, dengan bentangan boom horizontal mencapai 19 meter ke samping dan 9 meter horizontal dari posisi kendaraan di bawah jembatan.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan di Berau, Kohati HMI Kaltim-Kaltara Desak Evaluasi Sistem Perlindungan Anak

BBPJN Kaltim sebelumnya telah memanfaatkan kendaraan tersebut untuk perbaikan rambu saat fungsional Tol IKN, pemeriksaan Jembatan Seksi 5B, hingga inspeksi Jembatan Pulau Balang di atas Teluk Balikpapan. Dalam waktu dekat, kendaraan ini juga akan digunakan untuk membantu pekerjaan konstruksi overpass serta pemeriksaan rutin struktur Jembatan Mahakam I.

Penggunaan BIV dinilai lebih efektif dibanding metode konvensional seperti scaffolding maupun rope access yang memerlukan waktu pemasangan lebih lama dan memiliki risiko keselamatan lebih tinggi.

Baca Juga :  BBPJN Kaltim Bangun Saluran di Ruas Simpang Perdau–Tepian Langsat

Melalui teknologi ini, pemeriksaan rutin dapat dilakukan lebih detail untuk mendeteksi dini kerusakan seperti retak beton, korosi baja, deformasi struktur, hingga penurunan kualitas sambungan.

Dengan pemeriksaan yang lebih akurat dan terukur, penanganan kerusakan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi kerusakan besar yang membahayakan pengguna jalan.

Seiring bertambahnya jumlah dan kompleksitas jembatan di Kalimantan Timur, penggunaan teknologi seperti BIV dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung sistem manajemen jembatan yang modern, efisien, dan berorientasi pada keselamatan infrastruktur jalan nasional. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha