Server Sempat Down, Disdikbud Kaltim Siapkan Opsi Pendaftaran Offline pada SPMB SMA/SMK

Pelayanan offline di salah satu SMA di Samarinda. (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK sederajat di Kalimantan Timur pada hari pertama sempat terkendala akibat tingginya jumlah pendaftar yang mengakses sistem secara bersamaan. Kondisi tersebut menyebabkan server pendaftaran mengalami gangguan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, mengatakan tim teknis langsung melakukan penanganan agar sistem kembali normal.

“Karena tingginya pendaftaran, server agak drop sedikit dan saya sudah dapat laporan bahwa tim teknis sedang bekerja menanganinya. Baru saja selesai dikerjakan tadi pagi,” ujar Armin, Senin (22/6/2026).

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Siapkan Nobar Piala Dunia 2026

Disdikbud Kaltim, kata Armin, terus memantau perkembangan sistem. Jika kendala teknis masih terjadi, pihaknya tidak menutup kemungkinan membuka layanan pendaftaran secara langsung.

“Kalau ini belum diatasi, kita harus ada alternatif. Kalau memang masyarakat mesti dilayani (secara offline), ya kita layani. Kita cari cara bagaimana supaya mereka tidak komplain lagi atau tidak terbebani,” katanya.

Selain persoalan sistem, Armin mengakui daya tampung sekolah negeri masih belum mampu mengakomodasi seluruh lulusan SMP di Kaltim. Tahun ini, kapasitas SMA dan SMK negeri hanya sekitar 52 ribu siswa, sedangkan jumlah lulusan SMP mencapai lebih dari 70 ribu orang.

Baca Juga :  Dinsos Kaltim Matangkan Persiapan Sekolah Rakyat, Target Beroperasi Juli 2026

Akibatnya, sebagian calon peserta didik harus melanjutkan pendidikan di sekolah swasta. Menurut Armin, kondisi tersebut paling banyak terjadi di Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.

“Otomatis banyak yang tidak tertampung di negeri dan larinya ke swasta. Persoalannya, masyarakat kan pasti inginnya masuk negeri. Kondisi seperti ini banyak terjadi di Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), dan Samarinda,” jelasnya.

Untuk menambah kapasitas, Disdikbud Kaltim tahun ini mulai mengoperasikan sejumlah Unit Sekolah Baru (USB), di antaranya SMA Negeri 10 dan SMK Negeri 8 Balikpapan, dua sekolah baru di Berau, serta SMA Negeri 2 Sangatta Selatan di Kutai Timur.

Baca Juga :  Dinkes Kaltim Perkuat Peran 41 Ribu Nakes, Pemerataan SDM Kesehatan Terus Didorong

Sementara itu, program seragam sekolah gratis juga terus dipersiapkan. Armin menargetkan sekitar 30 persen seragam bagi peserta didik baru sudah dapat dibagikan saat hari pertama masuk sekolah.

“Tahun ini insyaallah 30 persen sudah bisa kita bagikan ketika siswa baru masuk. Ini sedang berproses. Jumlahnya sekitar 65 ribu siswa,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha