Wagub Kaltim Ajak Masyarakat Terapkan Prinsip 5J dan 3D untuk Jaga Rupiah

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.com, SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengajak masyarakat untuk semakin mencintai, bangga, dan memahami rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Ajakan itu disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye Bank Indonesia dalam menjaga kualitas serta keaslian mata uang nasional.

“Merawat rupiah adalah bagian dari cinta, bangga, dan paham rupiah. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau Bank Indonesia, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” tegas Seno.

Menurutnya, merawat rupiah bukan sekadar menjaga fisik uang, melainkan wujud nyata rasa cinta dan penghargaan terhadap simbol negara. Karena itu, masyarakat diimbau konsisten menerapkan prinsip 5J dalam memperlakukan uang tunai.

Baca Juga :  Gubernur Kaltim Ajak Massa Kedepankan Dialog Jelang Aksi 21 April

Seno merinci prinsip 5J tersebut, yakni Jangan Dilipat agar serat uang tidak rusak dan mudah robek, Jangan Dicoret supaya identifikasi keaslian tetap mudah dan desain tidak rusak, Jangan Distapler untuk menghindari lubang yang merusak fisik uang, Jangan Diremas agar uang tetap rapi dan tidak berkerut, serta Jangan Dibasahi karena cairan dapat membuat warna luntur dan uang cepat hancur.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan memahami metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) untuk mengenali ciri-ciri keaslian rupiah dan menghindari peredaran uang palsu.

Baca Juga :  Insiden Penghalangan Wartawan Picu Kekhawatiran Terhadap Indeks Kemerdekaan Pers Kaltim

Ia berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan mengenali keaslian rupiah, kualitas uang yang beredar dapat tetap terjaga sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap mata uang nasional.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, menyampaikan bahwa kebutuhan uang kartal diprediksi meningkat menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

KPwBI Kaltim memproyeksikan kebutuhan uang tunai mencapai Rp2,18 triliun, naik sekitar 19,13 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan realisasi SERAMBI 2025.
“Layanan penukaran uang akan dilakukan bersama seluruh perbankan di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja KPwBI Kaltim. Sementara itu, tiga wilayah lainnya dilayani oleh Kantor BI Balikpapan dan dapat diakses melalui situs PINTAR mulai 18 Februari hingga 15 Maret 2026,” jelasnya.

Baca Juga :  Insiden Penghalangan Wartawan Picu Kekhawatiran Terhadap Indeks Kemerdekaan Pers Kaltim

Ia menambahkan, BI juga membuka layanan penukaran ritel di sejumlah masjid di Samarinda, layanan antarperbankan, serta di 35 kantor bank di Samarinda guna memudahkan masyarakat memperoleh uang layak edar selama periode Ramadan dan Idul Fitri. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *