benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur angkat bicara menanggapi isu viral terkait anggaran Rp450 juta dalam APBD 2026 yang disebut-sebut diperuntukkan bagi pencucian pakaian kepala daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum Setprov Kaltim, Astri Intan Nirwany, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia memastikan anggaran tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud maupun Wakil Gubernur Seno Aji.
Menurutnya, penyebutan “pencucian pakaian kepala daerah” dalam nomenklatur rancangan umum pengadaan kerap menimbulkan salah tafsir. Padahal, anggaran itu dialokasikan untuk kebutuhan operasional di lingkungan kompleks Kegubernuran.
“Bukan untuk pribadi. Itu digunakan untuk menunjang operasional enam gedung di kawasan Kegubernuran,” ujarnya.
Astri menjelaskan, penggunaan anggaran tersebut mencakup perawatan berbagai fasilitas penunjang, seperti karpet, gorden, serta perlengkapan jamuan resmi yang digunakan dalam kegiatan kedinasan.
“Tidak benar kalau disebut anggaran laundry pakaian kepala daerah Rp450 juta. Itu sudah termasuk kebutuhan sarana dan prasarana di rumah jabatan,” tegasnya.
Pemprov Kaltim pun mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa klarifikasi, guna menghindari kesalahpahaman terkait pengelolaan anggaran daerah. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






