Borneo FC Kembali Tumbang di Segiri, Dewa United Menang 3-1

Rodrigo Varanda saat berduel dengan Ivar Jenner. (FOTO: Borneo FC)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Borneo FC Samarinda kembali gagal meraih kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri. Menjamu Dewa United Banten FC di Stadion Segiri Samarinda, Rabu (16/9/2026) sore, Pesut Etam harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 1-3.

Dewa United langsung memimpin pada babak pertama melalui gol Johnathan. Borneo FC yang tertinggal mencoba meningkatkan tekanan selepas turun minum.

Upaya tersebut membuahkan hasil setelah Ikhsanul Zikrak mencetak gol penyama kedudukan. Skor berubah menjadi 1-1 dan sempat membuka peluang bagi Pesut Etam untuk membalikkan keadaan.

Baca Juga :  Kontingen Berau Hadapi Kendala Anggaran untuk Keberangkatan Porprov VIII Kaltim di Paser

Namun, harapan Borneo FC untuk mengamankan poin di kandang kembali sirna. Denilson Jr tampil sebagai pembeda dengan mencetak dua gol yang membuat Dewa United kembali unggul dan menutup pertandingan dengan kemenangan 3-1.

Hasil tersebut menjadi kekalahan kedua Borneo FC di kandang. Pesut Etam kini berada di posisi ke-10 dengan koleksi tiga poin, sedangkan Dewa United naik ke puncak klasemen dengan tujuh poin.

Pelatih Kepala Borneo FC, Mauro Jeronimo, menilai timnya sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun, kehilangan konsentrasi setelah kebobolan menjadi salah satu masalah yang membuat permainan Borneo FC berubah.

Baca Juga :  Kontingen Berau Hadapi Kendala Anggaran untuk Keberangkatan Porprov VIII Kaltim di Paser

“Selain itu ada beberapa faktor juga, salah satunya sebelum gol pertama ada foul terhadap Reva, hanya saja wasit dan VAR tidak melihat. Ada insiden juga Asgal yang harusnya mendapatkan penalti karena dilanggar pemain Dewa,” ujar Mauro seusai pertandingan.

Mauro juga meminta proses pembentukan tim tidak dinilai secara instan. Menurutnya, Borneo FC saat ini masih dalam tahap membangun kekompakan karena mayoritas pemain merupakan wajah baru.

Ia menyebut terdapat sekitar 30 pemain baru yang harus membangun chemistry satu sama lain. Kondisi tersebut membuat tim membutuhkan waktu untuk menemukan permainan terbaik.

Baca Juga :  Kontingen Berau Hadapi Kendala Anggaran untuk Keberangkatan Porprov VIII Kaltim di Paser

“Ibarat rumah kita masih membangun, tidak ada magic di sepakbola. Sehingga butuh proses, dan dengan pemain baru di dalamnya, tentu ini tim baru. Masih butuh waktu ke depan, dan saya yakin kami bisa melakukannya,” tutupnya.

Kekalahan dari Dewa United menjadi pekerjaan rumah bagi Pesut Etam untuk segera membenahi konsistensi permainan, terutama saat bermain di kandang sendiri. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha