Pertamina Tambah Pasokan Biosolar di Balikpapan Usai Aksi Sopir Truk

Salah satu SPBU di Balikpapan. (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mulai menambah distribusi BBM subsidi jenis Biosolar di sejumlah SPBU di Kota Balikpapan menyusul aksi protes yang dilakukan sopir truk beberapa waktu lalu.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi BBM subsidi sekaligus mengantisipasi antrean panjang kendaraan angkutan logistik di lapangan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan evaluasi penyaluran Biosolar kini tengah dilakukan bersama para pemangku kepentingan, termasuk BPH Migas.

Menurutnya, BPH Migas akan mengevaluasi kuota penyaluran Biosolar di SPBU KM 13 dan KM 15 Balikpapan yang saat ini beroperasi melayani distribusi selama 24 jam.

Baca Juga :  Transformasi Ekonomi, Budidaya Rumput Laut Jadi Andalan Baru di Berau

“Pertamina pada prinsipnya mendukung langkah-langkah evaluasi yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan agar penyaluran Biosolar di Kota Balikpapan dapat semakin optimal, kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, dan penyaluran berjalan lebih tepat sasaran,” ujar Edi, Sabtu (9/5/2026).

Selain evaluasi kuota, BPH Migas juga disebut tengah meninjau usulan penambahan SPBU penyalur Biosolar dari Pemerintah Kota Balikpapan yang saat ini masih dalam tahap administrasi.

Sebagai langkah cepat di lapangan, Pertamina sejak Senin (4/5/2026) telah meningkatkan pasokan Biosolar melebihi kuota harian di dua SPBU utama.

Baca Juga :  Anyaman Rotan Khas Bumi Batiwakkal Ditarget Tembus Pasar Nasional

Untuk SPBU 6476119 KM 13, distribusi Biosolar ditingkatkan menjadi 64 kiloliter per hari atau sekitar 160 persen dari kuota normal harian. Sementara SPBU 6476110 KM 15 mendapat tambahan penyaluran menjadi 40 kiloliter per hari atau sekitar 162,5 persen dari kuota yang ditetapkan.

Meski demikian, Edi menegaskan penambahan distribusi tetap dilakukan secara terukur agar kuota BBM subsidi yang ditetapkan pemerintah tetap mencukupi hingga akhir tahun.

Baca Juga :  Anyaman Rotan Khas Bumi Batiwakkal Ditarget Tembus Pasar Nasional

“Kami terus berupaya menjaga ketersediaan stok dan kelancaran penyaluran di lapangan agar aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi dan logistik, tetap berjalan optimal,” katanya.

Pertamina juga mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, sopir truk, mahasiswa hingga masyarakat umum untuk bersama-sama mengawasi distribusi Biosolar subsidi agar tepat sasaran.

Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukan. Pertamina berharap penerapan sistem QR Code Subsidi Tepat dapat membantu pengawasan distribusi agar lebih tertib dan tepat sasaran. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha