Mikroplastik Hantui Perairan Berau, Ini Kata Dinas Perikanan

Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Budiono. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM.CO.ID)

benuakaltim.co.id, BERAU – Ancaman pencemaran lingkungan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini memasuki babak baru yang kian mengkhawatirkan.

Limbah sampah plastik yang mencemari kawasan pesisir diduga kuat telah terurai menjadi mikroplastik dan berpotensi masuk ke dalam rantai makanan organisme laut.

Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perikanan pun mulai menaruh perhatian serius terhadap isu krusial ini.

Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Budiono, mengungkapkan bahwa proses terbentuknya mikroplastik di lautan memang memakan waktu yang sangat panjang.

Mulai dari sampah plastik utuh yang mengapung, terpapar sinar matahari secara terus-menerus, hingga akhirnya terurai menjadi partikel-partikel kecil.

Baca Juga :  Ribuan Anggrek Endemik di Hutan Tubaan Dijarah, Pemkab Berau Siapkan Konsep Wisata Konservasi

“Rentetan untuk mikroplastik ini kan sangat panjang. Plastik yang ada terkena sinar matahari, mengurai, lalu termakan oleh organisme dan masuk ke jaringan tubuh (ikan),” ujar Budiono saat diwawancarai Sabtu (16/5/2026).

Budiono menegaskan, isu mikroplastik ini bukan lagi sekadar masalah kebersihan lingkungan, melainkan sudah berkaitan erat dengan masalah keamanan pangan masyarakat yang mengonsumsi hasil laut.

Sejauh ini, Dinas Perikanan Berau sebenarnya sudah rutin melakukan pengawasan mutu di pasar-pasar tradisional.

Namun, pengujian yang dilakukan selama ini masih terbatas pada kandungan zat kimia tertentu.

Baca Juga :  Skema Baru Keberangkatan Haji Berau, Jemaah Urus Tiket Pesawat Sendiri

“Upaya-upaya itu biasanya kami lakukan dengan uji keamanan pangan atau bebas residu di pasar tradisional. Tapi kami masih sebatas formalin saja, kalau untuk mikroplastik memang belum kami lakukan,” sebutnya blak-blakan kepada benuakaltim.co.id.

Menyikapi ancaman tersembunyi ini, Budiono menyatakan bahwa beberapa kajian lintas sektor sebenarnya sudah mulai berjalan.

Ke depan, pihak Dinas Perikanan berencana memperluas kolaborasi demi memastikan keselamatan konsumsi ikan di Berau.

Langkah evaluasi ini akan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta Dinas Pangan setempat.

Baca Juga :  Pemkab Berau Kembangkan Bibit Udang Windu Lokal, Diklaim Lebih Unggul dari Kota Tarakan

Agenda utamanya adalah melakukan uji laboratorium khusus untuk mendeteksi seberapa jauh kandungan mikroplastik telah menyusup ke dalam tubuh ikan konsumsi.

“Ini sebagai evaluasi kami juga. Apakah nanti kami bekerjasama dengan DLHK atau Dinas Pangan untuk melakukan evaluasi terkait dengan kandungan mikroplastik untuk ikan-ikan konsumsi,” pungkas Budiono. (*)

Sebelumnya, sebagai langkah preventif hulu, Dinas Perikanan Berau juga aktif menjalankan program kerja sama aksi bersih pantai bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna menekan volume sampah plastik di pesisir. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha