Pasar Murah Nelayan Berau Diserbu Warga, Ketua HNSI: Ludes 6 Ton

PASAR IKAN: Suasana Pasar Ikan di TPI Sambaliung tampak ramai dikunjungi masyarakat. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM.CO.ID)

benuakaltim.co.id, BERAU – Sebuah gerakan pasar murah yang diinisiasi oleh para nelayan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sukses membuat heboh masyarakat setempat.

Tak tanggung-tanggung, pasokan ikan segar sebanyak lebih dari 6 ton yang disiapkan untuk menekan inflasi, ludes terjual dalam waktu satu malam saja—bahkan sebelum acara resmi dibuka.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Berau, Suryadi Marzuki, mengungkapkan bahwa aksi ini lahir dari keresahan para nelayan melihat lonjakan harga sejumlah komoditas bahan pokok penting (bapokting) di pasar.

“Gagasan ini lahir dari sebuah keresahan melihat beberapa produk komoditas mulai meroket. Ketika komoditas sembako meroket, kami dari nelayan mencoba menekan inflasi dengan mencoba memberi gerakan pasar murah,” kata Suryadi dalam sambutannya pada momen peringatan Hari Nelayan sekaligus menyongsong HUT HNSI ke-53 di Berau Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga :  13 Sapi Kurban Bantuan Presiden Tiba di Kaltim, Libatkan Peternak Lokal

Suryadi membeberkan, kerja keras para nelayan yang berhasil mengumpulkan total 6,4 ton ikan segar dalam waktu singkat tersebut langsung disambut serbuan warga yang luar biasa.

Efek domino dari mahalnya harga pangan di tempat lain membuat komoditas laut murah ini menjadi rebutan.

Namun, tingginya antusiasme masyarakat justru menghasilkan situasi unik yang tidak terduga oleh pihak panitia penyelenggara.

“Di balik kesuksesan teman-teman menghadirkan kurang lebih 6 ton 400 ikan, yang satu malam saja sudah bisa kita hadirkan, ternyata di luar perkiraan sudah habis sebelum dilaunching,” ungkap Suryadi dibarengi canda tawa.

Pihaknya sangat mengapresiasi respons positif ini karena kehadiran pasar murah dinilai mampu menjaga keseimbangan daya beli perekonomian masyarakat kelas bawah saat harga pangan bergejolak.

Baca Juga :  Anyaman Rotan Khas Bumi Batiwakkal Ditarget Tembus Pasar Nasional

Melihat keberhasilan besar dan tingginya urgensi gerakan ini, HNSI Berau berharap program pasar murah ikan segar ini tidak berhenti sebagai gerakan satu kali bersenang-senang saja.

Suryadi menargetkan aksi serupa dapat berjalan konsisten secara berkala dengan tetap menjaga stabilitas harga.

“Kami berharap berkesinambungan, insyaallah kita akan lakukan sekali sebulan. Tentunya tetap dengan mempertimbangkan keseimbangan harga pasar, karena teman-teman kita di pasar takutnya nanti bergejolak kalau ini selalu kita lakukan,” jelasnya

Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni dengan pedagang pasar tradisional.

HNSI Berau Jadi Pilot Project Kaltim hingga Tembus ke Kementerian
Dalam laporannya di hadapan Bupati Berau dan jajaran dinas terkait, Suryadi juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Transformasi Ekonomi, Budidaya Rumput Laut Jadi Andalan Baru di Berau

“Di bawah kepengurusannya, HNSI Berau kini bahkan didapuk sebagai pilot project bagi HNSI di seluruh wilayah Kalimantan Timur atas keaktifan gerakannya,” bebernya.

Gerakan advokasi HNSI Berau didampingi Pemkab pun kini sudah mendobrak pintu dua kementerian pusat sekaligus, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Perhubungan.

“Kemarin kita juga menggebrak nelayan di dua kementerian, termasuk Kementerian Kelautan Perikanan dan Kementerian Perhubungan, terkait regulasi perizinan kapal purse seine kita. Didampingi pemerintah daerah atas dukungan Bupati, kita sudah sampai di kementerian,” pungkas Suryadi menutup laporan pergerakan organisasi yang dipimpinnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha