Disdamkarmat Berau Perkuat Patroli Senyap dan Pemetaan Zona Merah Kebakaran

Ilustrasi. (INTERNET)

benuakaltim.co.id, BERAU – Peta zona merah rawan kebakaran di Kabupaten Berau terus menjadi perhatian serius.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Rakhmadi Pasarakan, membeberkan strategi tak biasa yang tengah dilakukan jajarannya untuk meminimalisasi risiko amukan si jago merah, mulai dari pemetaan sumber air hingga patroli bisu armada pemadam.

Hingga saat ini, proses pemetaan sumber-sumber air yang krusial untuk penanganan kebakaran masih terus berjalan.

Rakhmadi Pasarakan meluruskan kehadiran mobil pemadam dan armada penyelamatan yang berputar-putar di area publik tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan dini dan kesiapsiagaan personel.

“Mungkin ada yang tanya, ‘ini ngapain mobil pemadam, mobil peralatan, atau mobil yang hitam itu sering keluar mutar-mutar tapi tidak ada bunyinya?’ Kami sengaja keluar ke area-area ramai untuk memastikan kesiapan sarana sekaligus melakukan pencegahan,” ungkap Rakhmadi, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga :  Persiapan Porprov, ISSI Berau Gelar Berau Cycling Series 2026

Selain meningkatkan intensitas patroli tanpa sirine tersebut, kata dia, internal Disdamkarmat Berau juga rutin menggelar latihan mandiri secara berkala. Latihan ini menurutnya tidak hanya berfokus pada teknik pemadaman api, melainkan juga skenario penyelamatan korban (rescue).

“Kami rutin latihan mandiri untuk pemadaman maupun penyelamatan. Misalnya, simulasi jika ada korban yang terjebak di dalam ruangan, personel kami latih menggunakan perlengkapan lengkap dan SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus),” jelasnya.

Selain fokus pada area pemukiman padat, Disdamkarmat Berau juga mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sesuai dengan arahan. Terutama kata dia di pada titik-titik yang masuk dalam klasifikasi zona merah, pihak Damkar menerapkan strategi penempatan posko sedekat mungkin dengan lokasi rawan.

Baca Juga :  Jumlah Pendaftar Capai 2.481 Orang, Pemkab Berau Perketat Seleksi Penerima Beasiswa

“Penempatan posko di area terdekat dari zona merah, memastikan seluruh armada pendukumg dalam kondisi siap tempur (ready) serta menyiagakan personel penuh guna mempercepat waktu tanggap (response time) jika sewaktu-waktu api muncul,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rakhmadi juga mengulas tentang pentingnya ketersediaan infrastruktur hidran di Berau.

Ia memaparkan dari empat jenis hidran yang ada, yakni hidran basah, hidran kering, hidran mandiri, dan hidran gedung, pihaknya kini tengah menyoroti urgensi penyediaan hidran basah yang terkoneksi langsung dengan jaringan PDAM.

Rakhmadi mencontohkan, efektivitas hidran basah yang terkoneksi dengan PDAM ini sudah terbukti di wilayah Sambaliung.

Baca Juga :  Teater Anak Inklusi Jadi Sarana Ekspresi Siswa SLB Berau

Ia menjelaskan ketika terjadi kebakaran, aparat kelurahan maupun warga setempat bahkan bisa mengoperasikan hidran tersebut secara mandiri untuk melakukan penanganan awal sebelum petugas Damkar tiba di lokasi.

“Tembakan air dari hidran tersebut bahkan masih sangat jauh dan kuat untuk jarak 60 meter. Selain itu, keberadaan hidran ini mempermudah armada kami untuk melakukan injeksi pengisian ulang air secara cepat di lapangan,” bebernya.

Rakhmadi berharap sistem hidran basah ini dapat diperbanyak di titik-titik pemukiman padat. “Sembari terus membangun sistem relawan pemadam kebakaran di tingkat masyarakat demi mempercepat penanggulangan bencana,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha