benuakaltim.co.id, BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, melontarkan perumpamaan unik bagi para aparatur sipil negara (ASN) dan anggota legislatif di lingkungannya.
Ia mengibaratkan posisi pejabat publik saat ini seperti ‘ikan di dalam akuarium’ yang gerak-geriknya diawasi ketat oleh masyarakat melalui media digital.
Pernyataan ini disampaikan Bupati saat menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mengawal implementasi program pembangunan di Kabupaten Berau.
Sri Juniarsih menegaskan, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan DPRD Kabupaten Berau adalah mitra strategis pemerintah daerah. Peran mereka sangat krusial dalam fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi agar program yang direncanakan tepat sasaran bagi masyarakat.
“Sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci yang sangat penting dalam menjaga konsistensi kebijakan,” ujarnya Jumat (17/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan instruksi spesifik terkait peningkatan fasilitas pariwisata. Salah satu yang disorot adalah kondisi toilet di destinasi wisata unggulan, Labuan Cermin.
Ia menerima laporan mengenai lantai toilet yang belum beralas sehingga berisiko membuat pengunjung, terutama anak-anak, terpleset.
Bupati meminta camat terkait segera berkoordinasi untuk menyempurnakan fasilitas tersebut, jika perlu melalui pemberdayaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).
Peringatan bagi ‘Ikan di Akuarium’
Penekanan paling mendalam dari pidatonya adalah mengenai transparansi dan akuntabilitas pejabat publik di era digital. Menurutnya, setiap tindakan pejabat kini tersorot langsung oleh media dan masyarakat yang semakin kritis.
“Masyarakat sekarang melek digital, mereka akan berbicara apa saja ketika mereka tidak puas,” tegas Sri Juniarsih.
Ia mengingatkan bahwa pengawasan tidak hanya datang dari Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga dari publik secara langsung, sehingga kinerja seluruh jajaran harus terus dimaksimalkan demi memenuhi ekspektasi masyarakat. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






