DPUPR Berau Pastikan Jembatan Gunung Sari Masih Aman, Usulan Permanen Belum Teranggarkan

Jembatan Gunung Sari. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU– Meski masih berstatus jembatan sementara, kondisi Jembatan Gunung Sari dipastikan masih aman untuk digunakan masyarakat.

Namun, hal ini tetap perlu penanganan permanen tetap dilakukan agar kerusakan tidak semakin meluas.

Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada 7 April lalu untuk memastikan kondisi konstruksi jembatan.

Dari hasil evaluasi, struktur utama jembatan hingga bagian tumpuan atau abutmen masih dalam kondisi baik dan belum menunjukkan tanda-tanda pergeseran yang membahayakan.

Baca Juga :  Peralihan Pengelolaan Aset Belum Jelas, Operasional Disdamkarmat Berau Terpaksa Gunakan Dana Swadaya

“Secara struktur rangka jembatan masih bagus. Tumpuan di kedua sisi juga masih aman,” ujarnya benuakaltim.co.id, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, pengawasan terhadap kondisi abutmen menjadi perhatian utama karena bagian tersebut berfungsi menjaga kestabilan jembatan dari ancaman gerusan arus sungai. Kondisi di lapangan saat ini dinilai masih cukup aman karena area sekitar bawah jembatan masih memiliki lapisan tanah dan vegetasi yang membantu menahan erosi.

“Kalau melihat kondisi sekarang, gerusan air belum terlalu mengkhawatirkan karena masih ada lapisan tanah dan tanaman di sekitar lokasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Klaim Hak Ulayat Bermunculan, DPRD Berau Ingatkan Potensi Konflik Sosial

Meski demikian, DPUPR Berau menilai keberadaan jembatan permanen tetap menjadi kebutuhan mendesak. Terlebih, akses tersebut menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat di Kecamatan Segah.

Junaidi mengungkapkan, usulan peningkatan jembatan sebenarnya sudah diajukan sejak 2022 hingga 2023, termasuk kepada Pemprov Kaltim. Namun hingga kini belum ada alokasi anggaran yang tersedia.

“Kami terus mengusulkan agar ada penanganan permanen, tetapi sampai sekarang belum teralokasi,” katanya.

Baca Juga :  Polsek Teluk Bayur Ringkus 5 Pelaku Pemerkosaan Anak di Bawah Umur

Untuk merealisasikan pembangunan permanen beserta pengamanan kawasan sekitar, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp12 miliar.b

Anggaran itu mencakup perbaikan struktur jembatan, penanganan jalan pendekat, hingga pembangunan sistem pengaman seperti sheet pile guna mencegah gerusan di sekitar abutmen.

“Penanganannya bukan hanya di jembatan, tetapi juga pengamanan di sisi yang mengalami gerusan supaya lebih aman ke depan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha