benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Menjelang pergantian kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur, berbagai pihak mulai merumuskan langkah strategis untuk menjaga daya saing olahraga prestasi daerah. Salah satunya melalui kegiatan Diskusi Besar Olahraga Prestasi (DBOP) yang digelar KONI Kaltim bekerja sama dengan Lembaga Kajian Olahraga Prestasi (LeKOP) Kaltim di Kolam Ulin Arya, Jalan PM Noor, Samarinda, Selasa (2/6/2026).
Ketua Panitia DBOP, Tugiman, mengatakan forum tersebut menjadi wadah untuk menghimpun gagasan dan masukan dari berbagai elemen olahraga guna menghadapi tantangan yang semakin kompleks menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Menurutnya, kondisi efisiensi anggaran yang saat ini berlaku menuntut seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk lebih cermat dalam menyusun program pembinaan atlet.
“Kami melihat tantangan ke depan olahraga di Kaltim kian berat, apalagi efisiensi anggaran. Kalau tidak dipersiapkan mulai sekarang, tentu prestasi yang ingin diraih bakal semakin berat,” ujar Tugiman.
Ia menambahkan, waktu menuju PON 2028 semakin singkat. Karena itu, proses transisi kepemimpinan KONI Kaltim diharapkan tidak mengganggu program pembinaan yang telah berjalan.
“Kurang dari tiga tahun, Kaltim harus bersaing dengan daerah lain di PON XXII tahun 2028. Tak mudah mewujudkan keinginan kepala daerah untuk menembus posisi tiga besar. Karena itu diharapkan melalui kegiatan diskusi ini bisa melahirkan rekomendasi untuk meningkatkan prestasi menuju PON 2028 di NTT dan NTB,” katanya.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim Rasman, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim HM Faisal, serta mantan anggota DPRD Kaltim Rusman Ya’qub yang juga menjabat sebagai Ketua Pengprov Boling Kaltim.
Selain itu, sejumlah pengurus cabang olahraga, pengurus KONI kabupaten/kota se-Kaltim, akademisi, dan pemerhati olahraga turut ambil bagian dalam diskusi yang diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret bagi peningkatan prestasi olahraga Benua Etam di masa mendatang. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






