Dinkes Kaltim Tingkatkan Kompetensi Nakes untuk Percepat Eliminasi Kusta

Ilustrasi. (FOTO: Gemini AI)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur terus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan dan eliminasi penyakit kusta di seluruh wilayah Kaltim.

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan peningkatan kompetensi tenaga medis menjadi langkah penting agar penanganan pasien kusta dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berorientasi pada pelayanan yang humanis.

“Kesiapan dan keahlian tenaga medis menjadi pilar utama kami dalam memastikan setiap penderita kusta mendapatkan layanan pengobatan secara tuntas dan sangat manusiawi,” ujarnya di Samarinda, Sabtu.

Baca Juga :  Kaltim Kejar Swasembada Pangan 100 Persen, Butuh Tambahan 15 Ribu Ha Sawah

Menurut Jaya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan komitmen bersama percepatan eliminasi kusta secara nasional yang melibatkan perwakilan dari 38 provinsi.

Ia menjelaskan, peningkatan kemampuan tenaga kesehatan diperlukan agar proses diagnosis menjadi lebih akurat sekaligus memperkuat upaya deteksi dini sehingga penyebaran penyakit dapat dicegah sejak awal.

“Kami terus memperkuat kapasitas petugas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, agar sistem deteksi dini dan surveilans berjalan lebih optimal,” katanya.

Baca Juga :  BPKAD Kaltim Minta 19 OPD Segera Tarik 48 Kendaraan Dinas yang Masih Dikuasai Pihak Lain

Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Dinkes Kaltim juga memastikan ketersediaan sarana, prasarana, serta pasokan obat-obatan tetap terjaga guna mendukung pelayanan kepada pasien.

Tak hanya berfokus pada aspek medis, pembinaan terhadap tenaga kesehatan juga diarahkan pada pendekatan sosial agar stigma terhadap orang yang pernah mengalami kusta dapat terus dikurangi.

“Selain pemenuhan fasilitas kesehatan, kami juga membekali tenaga kesehatan dengan pendekatan sosial agar mampu memberikan pelayanan yang lebih ramah dan menghapus stigma di masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Perketat Belanja APBD, Pengadaan di Atas Rp10 Juta Wajib Disaring

Jaya menilai, pelayanan yang inklusif akan membantu meningkatkan kepercayaan diri para penyintas kusta sehingga mereka dapat kembali beraktivitas dan berbaur di tengah masyarakat.

Ia optimistis sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan akan mempercepat pencapaian target eliminasi kusta di Kalimantan Timur.

“Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi salah satu kunci untuk menekan angka penemuan kasus baru sehingga target eliminasi kusta dapat tercapai lebih cepat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha