benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Duka menyelimuti keluarga Sidi, seorang juru mudi kapal tambangan di Samarinda. Pria berusia sekitar 50 tahun itu ditemukan meninggal dunia saat sedang memperbaiki perahu miliknya di kawasan Gang Sakti, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Rabu (19/8/2026) sore.
Sidi diduga mengalami gangguan kesehatan secara tiba-tiba ketika tengah melakukan perbaikan kapal di tepian Sungai Mahakam. Korban kemudian terjatuh dan ditemukan dalam posisi tertelungkup di area berlumpur tepat di bawah badan kapal.
Warga sekitar, Firmansyah, mengatakan korban sebelumnya masih terlihat melakukan aktivitas memperbaiki perahu. Tak lama kemudian, Sidi tiba-tiba terjatuh.
“Informasinya korban sedang memperbaiki kapal. Tiba-tiba seperti kehilangan kesadaran dan langsung terjatuh,” ujar Firmansyah.
Posisi korban yang berada di bawah kapal dan dikelilingi lumpur membuat proses evakuasi berlangsung cukup sulit. Anak korban bersama sejumlah warga kemudian bergotong royong mengangkat tubuh Sidi menuju daratan.
Petugas piket Pamapta Polresta Samarinda, Ipda Sofian Adi Cahyono, mengatakan berdasarkan keterangan warga, korban memiliki riwayat penyakit jantung.
“Pada saat memperbaiki kapal, beliau punya riwayat sakit jantung. Kemudian kekurangan napas, terjatuh dan tertelungkup di bawah kapal,” jelas Sofian.
Sehari-hari, Sidi bekerja sebagai juru mudi kapal tambangan yang melayani penyeberangan masyarakat dari Samarinda Kota menuju Samarinda Seberang maupun sebaliknya.
Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka di kawasan RT 70 untuk diserahkan kepada keluarga.
Polisi menyatakan tidak menemukan adanya indikasi tindak pidana dalam kejadian tersebut. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jasad korban.
Dari hasil keterangan sementara, Sidi diduga meninggal dunia akibat kondisi kesehatan yang kambuh ketika sedang memperbaiki perahunya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






