benuakaltim.co.id, BERAU – Pada tahun 2026 ini, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Berau fokus pada penguatan sistem informasi dan optimalisasi layanan yang ada, tanpa melakukan perluasan jaringan baru.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi menyebut, langkah ini dilakukan seiring masih berjalannya sejumlah program sebelumnya, serta menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah provinsi maupun pusat.
“Tahun ini belum ada rencana perluasan titik jaringan baru. Program penyediaan sekitar 1.500 titik layanan yang sudah berjalan sebelumnya, masih dilanjutkan hingga tahun ini,” kata Didi, Senin (12/1/2026).
Selain melanjutkan program yang telah berjalan, Diskominfo Berau juga menyiapkan inovasi baru berupa dashboard digital khusus pimpinan daerah.
“Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan kepala daerah dalam memantau aktivitas dan kinerja perangkat daerah secara langsung,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Dashboard tersebut juga akan menjadi alat bantu monitoring agar pimpinan daerah dapat mengetahui progres kegiatan dan pekerjaan yang dilaksanakan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
“Melalui sistem tersebut, kepala daerah dapat mengakses informasi kegiatan secara real time tanpa harus menunggu laporan manual,” imbuhnya.
Menurutnya, digitalisasi monitoring ini penting untuk meningkatkan efektivitas pengawasan serta transparansi pelaksanaan program pemerintah daerah. Untuk infrastruktur jaringan internet, pihaknya masih mengandalkan skema sewa bandwidth pada tahun ini.
Karena, hingga saat ini belum ada rencana perluasan jaringan baru, baik yang bersumber dari anggaran daerah maupun bantuan dari pemerintah pusat.
“Tahun ini hanya sewa bandwidth, belum ada perluasan jaringan,” tuturnya.
Didi mengungkapkan, dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi masih terbatas. Di tingkat provinsi, program yang masih berjalan adalah satu kampung satu WiFi, yang pelaksanaannya tetap dilanjutkan sesuai kebijakan Pemprov Kalimantan Timur.
“Dari provinsi masih jalan program satu kampung satu WiFi,” terangnya.
Meski demikian, pihaknya tidak tinggal diam serta berencana mengajukan permohonan pemasangan Base Transceiver Station (BTS) tambahan di sejumlah wilayah Berau yang dinilai masih memiliki keterbatasan akses jaringan seluler.
“Kami akan ajukan pemasangan BTS di Berau,” ucapnya.
Pengajuan tersebut, diharapkan dapat menarik minat operator seluler untuk masuk dan memperkuat layanan telekomunikasi di wilayah Berau, terutama di kawasan yang selama ini masih mengalami keterbatasan sinyal.
“Kami optimis, dengan penguatan sistem digital internal dan dukungan infrastruktur telekomunikasi dari berbagai pihak, kualitas layanan informasi dan komunikasi di Berau dapat terus meningkat,” tegasnya.
Didi juga berharap, upaya ini mampu menunjang kinerja pemerintahan serta memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi yang semakin cepat dan akurat. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






