benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak, khususnya selama periode arus mudik Lebaran atau Idulfitri.
Peringatan ini disampaikan menyusul tingginya mobilitas warga antar daerah yang berpotensi mempercepat penularan penyakit menular. Berdasarkan data Dinkes, tercatat sekitar 120 kasus campak di Samarinda, dengan sebagian besar penderitanya merupakan anak usia balita.
Kepala Dinkes Samarinda, Ismed Kusasih, menjelaskan bahwa perpindahan masyarakat dari dan ke luar daerah menjadi salah satu faktor risiko yang tidak bisa diabaikan dalam penyebaran campak.
Menurutnya, langkah antisipatif telah dilakukan dengan menginstruksikan seluruh fasilitas layanan kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk dalam hal deteksi dini serta pelaporan kasus secara cepat dan terkoordinasi.
“Untuk menekan penyebaran, hampir semua puskesmas sudah melakukan imunisasi kejar untuk melengkapi vaksinasi anak,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dinkes Samarinda, Selasa (17/3/2026).
Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak mengabaikan gejala awal campak pada anak, seperti demam yang disertai munculnya ruam di kulit.
“Jika anak mengalami demam dan muncul ruam, segera periksakan ke fasilitas kesehatan. Yang paling penting adalah memastikan imunisasi anak lengkap,” tegasnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli


