benuakaltim.co.id, BERAU – Kondisi memprihatinkan tengah melanda Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau. Selain masalah fasilitas proteksi gedung yang minim, operasional penanganan bencana di wilayah ini kini berada di ujung tanduk akibat ketidakjelasan status aset armada.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengungkapkan krisis ini dipicu oleh belum adanya peralihan resmi status aset kendaraan dan peralatan operasional dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke Disdamkarmat Berau. Akibatnya, anggaran pemeliharaan resmi tidak bisa dikucurkan.
“Sementara belum ada peralihan, tapi kita dituntut layanan. Untuk pemeliharaan, kita terkendala operasional. Kalau ini berlarut-larut berkepanjangan, ya potensi ketidakadaan pelayanan bisa terjadi,” ujar Rakhmadi dengan nada cemas Jumat (29/5/2026).
Dampak dari belum jelasnya status aset ini sangat fatal, kata dia beberapa unit mobil pemadam dilaporkan mulai mengalami kerusakan dan terpaksa mangkrak karena tidak boleh diperbaiki menggunakan anggaran dinas.
Untuk menyiasati situasi darurat, para petugas terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya. Segala kebutuhan dasar kendaraan, mulai dari pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga penggantian oli, harus ditutupi secara mandiri demi memastikan pelayanan publik tidak berhenti total.
“Kami enggak boleh perbaiki. Ya paling kami perbaiki dengan tenaga kami, swadaya mandiri. Dan operasional, masalahnya apa? BBM-nya, oli-nya, ganti oli-nya dan sebagainya,” beber Rakhmadi.
Krisis internal ini ternyata tidak hanya berdampak pada armada, tetapi juga pada fasilitas kerja pegawai. Rakhmadi membeberkan dirinya sengaja menolak menempati ruang kepala dinas yang ideal dan ber-AC di lantai atas.
Ia lebih memilih mengalah dan berkantor di ruangan lantai bawah yang merangkap sebagai gudang logistik, ruang peralatan taktis, sekaligus ruang siaga personel.
Langkah ini diambil demi kebersamaan dan mempermudah koordinasi intensif dengan para anggotanya, mengingat kondisi ruang sekretariat saat ini masih sangat panas dan kekurangan ruangan.
“Dari pada bolak-balik, lebih bagus saya yang mengalah. Saya berkantor di sini. Apalagi kalau teman-teman panas, saya di ruangan dingin, kan enggak enak saya. Artinya, ya kita kebersamaan,” pungkasnya.
Ia menegaskan Disdamkarmat Berau menyatakan telah melaporkan masalah pembagian ruangan serta desakan pengalihan aset ini kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Berau.
“Mereka berharap pemerintah daerah segera memberikan keputusan cepat agar potensi lumpuhnya layanan penyelamatan dan pemadaman kebakaran di Berau dapat dihindari,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






