benuakaltim.co.id, BERAU– Semangat juang para relawan pemadam kebakaran di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, patut diacungi jempol. Namun di balik keberanian mereka bertaruh nyawa di medan laga, terselip cerita miris mengenai keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) yang mereka gunakan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengungkapkan fakta mengejutkan di lapangan. Beberapa relawan damkar diketahui terpaksa menggunakan helm sepeda motor saat berjibaku memadamkan si jago merah.
“Ada relawan yang memang beli APD sendiri. Nggak pakai helm damkar, tapi pakai helm motor,” ujar Rakhmadi Jumat (29/5/2026).
Menurut Rakhmadi, hal ini terjadi karena proses pembinaan dan pembagian APD dari pihak dinas memang belum mencakup seluruh relawan yang ada di Kabupaten Berau. Meskipun harus menggunakan APD seadanya dan bersifat mandiri, Rakhmadi mengapresiasi tinggi antusiasme dan keterlibatan masyarakat dalam aksi sosial kemanusiaan ini.
Baginya, panggilan hati untuk membantu sesama mengalahkan keterbatasan materi yang ada. Ia juga menganalogikan semangat para relawan ini layaknya profesi jurnalis yang selalu ingin berada di garda terdepan untuk memberikan informasi.
“Hal simpel aja, kayak contoh wartawan ya. Siapa sih yang mau melatih wartawan? Semua pasti terdepan dan terkini. Begitu juga yang kegiatan sosial ini, bencana begini semua punya tersentuh hatinya untuk membantu,” tuturnya.
Merespons kondisi tersebut, pihak Disdamkarmat Berau menegaskan tidak akan tinggal diam. Rakhmadi memastikan, pada tahun anggaran ini, pihaknya telah mengagendakan program pelatihan khusus sekaligus pendistribusian APD yang layak bagi para relawan.
Untuk tahap awal, program ini akan difokuskan pada relawan yang berada di kawasan perkotaan sebagai pilot project, mengingat tingginya frekuensi kejadian kebakaran di wilayah padat penduduk.
“Insya Allah tahun ini kita akan melatih lagi dan memberikan APD. Terutama relawan-relawan yang di perkotaan dulu. Karena pilot project-nya kita ini kebanyakan kejadiannya di kota,” jelasnya.
Program pembinaan dan pemenuhan fasilitas ini rencananya akan menyasar ratusan relawan di Berau. Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 500 orang relawan yang masuk dalam pendataan.
Mengingat jumlahnya yang cukup besar, Rakhmadi menjelaskan bahwa proses pelatihan dan pembagian APD tidak bisa dilakukan sekaligus, melainkan akan digulirkan secara bertahap ke setiap kelurahan dan kampung.
“Kita bertahap, per kelurahan kita. Per kelurahan per kampung, kita enggak bisa sekaligus. Kalau per kelurahan itu paling sedikit ada 20-an orangnya,” sebut Rakhmadi.
Nantinya kata dia para relawan tidak hanya diberikan bantuan fisik berupa APD. “Melainkan juga dibekali dengan materi teori serta praktik pemadaman api yang aman dan sesuai dengan standar keselamatan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






