Upaya Tekan Stunting, Dinkes Berau Galakkan Pengelolaan Sampah dan Sanitasi 

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU– Kasus stunting di Kabupaten Berau masih menjadi salah satu tantangan transnasional dan nasional terbesar dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.

Merespons hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau bergerak cepat dengan menggelar kegiatan Orientasi Inovasi Terekam Masyarakat Mandiri dalam Mengelola Sampah Berbasis Masyarakat sebagai strategi mendukung percepatan penurunan stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, membeberkan fakta mengejutkan mengenai faktor penentu keberhasilan penurunan stunting yang selama ini jarang disadari masyarakat luas. Menurut Lamlay, penurunan angka stunting tidak bisa hanya bertumpu pada intervensi spesifik (seperti asupan gizi), melainkan juga sangat dipengaruhi oleh intervensi sensitif.

Baca Juga :  Pasien Jantung Membludak, RSUD Abdul Rivai Berau Masih Tunggu Fasilitas PCI dari Kemenkes

“Sektor non-kesehatan itu berkontribusi hingga 70 persen dalam keberhasilan pencegahan stunting,” ujar Lamlay Sarie dalam laporannya pada acara yang digelar di Hotel Merkur, Selasa (7/7/2026).

Lamlay menegaskan salah satu komponen krusial dari intervensi sensitif tersebut adalah penyediaan sanitasi lingkungan yang sehat dan pengelolaan sampah rumah tangga yang layak. Mengingat besarnya pengaruh faktor lingkungan, Dinkes Berau menilai perlunya sinergi yang kuat dari tingkat kabupaten, kelurahan, hingga kampung.

Baca Juga :  DPUPR Berau Targetkan Pembangunan TPST Rampung dan Beroperasi pada 2028

Salah satu motor penggerak utamanya adalah Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). “TP PKK memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran, mengedukasi, serta memfasilitasi perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola lingkungan,” tambah Lamlay.

Baca Juga :  Dinkes Berau Usulkan Perda Tarif Rumah Sakit Berbasis Kelas

Melalui pertemuan advokasi dan koordinasi ini, diharapkan terbangun komitmen nyata dan aksi kolaboratif yang terintegrasi demi mewujudkan lingkungan yang sehat bebas stunting di Berau.

Terkait anggaran, Lamlay menjelaskan bahwa pembiayaan kegiatan ini bersumber dari tiga jalur, termasuk memanfaatkan dana DAK Non-Fisik BOKK Kabupaten, serta sub-kegiatan pembinaan dan pengawasan sumber daya manusia kesehatan. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha