Polisi Kejar Terduga Pelaku Kericuhan Tabang, Kasus Kematian Warga Diselidiki

Suasana warung yang dibakar diduga memiliki keterkaitan terhadap kasus meninggalnya I.(FOTO: Dok. Pribadi)

benuakaltim.co.id, KUKAR – Kepolisian mempercepat pengusutan kasus meninggalnya warga berinisial I yang kemudian memicu kericuhan di Desa Bilah Talang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Penyelidikan dilakukan secara gabungan oleh Unit Reskrim Polsek Tabang, Satreskrim Polres Kukar, hingga Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi mengatakan, polisi telah menemukan sejumlah petunjuk dari pemeriksaan saksi dan mulai mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

“Penyidik telah melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi sejumlah nama yang berpotensi menjadi terduga pelaku,” kata Tedy di Balikpapan, Ahad (9/8/2026).

Kasus ini bermula dari peristiwa pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Insiden tersebut menyebabkan I meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka dan harus mendapat perawatan.

Baca Juga :  BNNP Kaltim Amankan 45,85 Gram Sabu di Muara Badak, Satu Tersangka Ditangkap

Camat Tabang Asmi Riyandi Elvander sebelumnya menyampaikan, sekitar 20 orang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Namun, polisi masih mendalami jumlah maupun peran masing-masing pihak.

Situasi kemudian kembali memanas pada Sabtu (8/8/2026). Massa mendatangi sejumlah lokasi dan melakukan aksi perusakan hingga membakar warung makan milik warga berinisial S.

“Aksi pembakaran warung makan milik S dilakukan oleh sekelompok pemuda dari Kecamatan Tabang,” ujar Tedy.

Polisi menduga aksi tersebut berkaitan dengan anggapan massa bahwa warung milik S menjual minuman keras yang dianggap mempunyai kaitan dengan peristiwa meninggalnya I.

Untuk mencegah situasi kembali memanas, Polda Kaltim bersama Polres Kukar dan Polsek Tabang meningkatkan pemantauan keamanan di wilayah tersebut.

Baca Juga :  BNNP Kaltim Larang Pegawai Gunakan Vape, Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba Jenis Etomidate

Personel Ditintelkam Polda Kaltim turut berkoordinasi dengan jajaran kepolisian setempat guna memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terkendali.

“Tidak ditemukan adanya konsentrasi massa yang berkaitan dengan peristiwa tersebut,” jelas Tedy.

Polisi juga menggelar perkara pada Minggu sekitar pukul 01.30 Wita di Mako Polsek Tabang. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Kukar dan dihadiri jajaran Polres Kukar, Polsek Tabang, Ditintelkam Polda Kaltim, serta Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim.

Kapolres Kukar bahkan turun langsung ke lokasi untuk mengecek tempat pembakaran warung makan serta lokasi meninggalnya korban.

Menurut Tedy, langkah tersebut menunjukkan keseriusan kepolisian dalam menangani perkara secara menyeluruh dan berdasarkan fakta di lapangan.

“Langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan kepolisian dalam mengungkap peristiwa secara objektif,” ujarnya.

Baca Juga :  BNNP Kaltim Larang Pegawai Gunakan Vape, Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba Jenis Etomidate

Selain melakukan penyelidikan, polisi juga menggandeng tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan guna mencegah beredarnya informasi yang tidak sesuai fakta maupun isu yang berpotensi kembali memicu ketegangan di tengah masyarakat.

“Kepolisian akan terus melakukan pendekatan dan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat,” kata Tedy.

Tedy menegaskan, proses penyelidikan masih berjalan. Polisi akan menggunakan alat bukti yang ditemukan di lapangan sebagai dasar dalam menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi serta menyerahkan proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian,” tegasnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha