Jembatan Sangkima Jebol di Titik Baru, BBPJN Kaltim Lakukan Pemeriksaan Lanjutan

RUSAK: Kondisi lantai Jembatan Sangkima di jalur poros Bontang–Sangatta mengalami kerusakan dan berlubang yang kini tengah ditangani BBPJN Kaltim.(DOK: BBPJN Kaltim)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA— Kerusakan kembali terjadi pada Jembatan Sangkima yang berada di ruas jalan poros Bontang–Sangatta, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur.

Kali ini, kerusakan muncul pada bagian lantai jembatan berupa lubang yang cukup besar dan dinilai membahayakan pengguna jalan.

Menanggapi kondisi tersebut, tim teknis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh terhadap struktur jembatan.

PPK 2.2 BBPJN Kalimantan Timur, Khanif Ashar, mengatakan langkah penanganan darurat telah dilakukan agar arus lalu lintas tetap dapat melintas dengan aman sembari menunggu hasil kajian teknis lebih lanjut.

Baca Juga :  BBPJN Kaltim Gunakan Bridge Inspection Vehicle, Pemeriksaan Jembatan Kini Lebih Aman dan Modern

“Untuk sementara kami lakukan penanganan darurat menggunakan plat baja pada titik yang mengalami kerusakan agar kendaraan masih bisa melintas dengan aman. Tim teknis juga sedang melakukan pemeriksaan detail terhadap kondisi struktur jembatan secara keseluruhan,” ujarnya, Kamis (15/5/2026).

Ia menjelaskan, Jembatan Sangkima merupakan infrastruktur lama yang telah beroperasi sejak tahun 1994 dan hingga kini masih menjadi jalur vital penghubung Bontang dan Sangatta.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan di Berau, Kohati HMI Kaltim-Kaltara Desak Evaluasi Sistem Perlindungan Anak

Menurut Khanif, usia jembatan yang sudah lebih dari 30 tahun menjadi salah satu faktor yang menyebabkan bagian lantai jembatan rentan mengalami penurunan kualitas akibat tingginya beban kendaraan yang melintas setiap hari.

“Karena usia jembatan sudah cukup tua, tentu perlu evaluasi berkala terhadap kekuatan struktur, apalagi lalu lintas kendaraan berat di ruas ini cukup tinggi,” katanya.

Selain memasang plat baja pada titik kerusakan, petugas juga memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara yang melintas.

Baca Juga :  Ponpes Istiqomah Samarinda Kembangkan Breeding Domba, Target Tekan Biaya Konsumsi Santri

Khanif menegaskan hasil pemeriksaan teknis nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah penanganan permanen, baik berupa perbaikan menyeluruh maupun penguatan struktur jembatan.

“Kajian ini penting untuk memastikan tingkat kelayakan jembatan dan menentukan langkah penanganan jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha