benuakaltim.co.id, SAMARINDA— Pemerintah Kota Samarinda bersama Perumdam Tirta Kencana mulai melakukan langkah antisipasi terhadap potensi intrusi air laut ke Sungai Mahakam yang diperkirakan terjadi saat musim kemarau berkepanjangan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kualitas dan ketersediaan air baku untuk kebutuhan air bersih masyarakat Kota Samarinda.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda sekaligus Ketua Dewan Pengawas Perumdam Tirta Kencana, Marnabas Patiroy, mengatakan pemantauan debit dan kualitas air Sungai Mahakam terus dilakukan sebagai langkah mitigasi sejak dini.
“Antisipasi sudah dilakukan dari awal. Curah hujan yang masih turun beberapa waktu terakhir cukup membantu menjaga kondisi air baku tetap stabil,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Menurut Marnabas, Perumdam juga diminta kembali mempelajari pola intrusi air laut yang pernah terjadi pada musim kemarau ekstrem tahun 1998. Evaluasi itu dinilai penting untuk menentukan batas aman pengambilan air baku apabila situasi serupa kembali terulang.
Ia menyebut wilayah Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, mulai dipertimbangkan sebagai opsi alternatif sumber air baku apabila kondisi Sungai Mahakam mengalami penurunan kualitas.
“Kalau memang dibutuhkan, nantinya intake baru bisa disiapkan di wilayah yang masih aman agar suplai air bersih ke Samarinda tetap terpenuhi,” katanya.
Selain menyiapkan alternatif sumber air, Perumdam Tirta Kencana juga menyiapkan distribusi bantuan air bersih menggunakan mobil tangki untuk kawasan yang berpotensi terdampak gangguan distribusi, khususnya wilayah dataran tinggi dan area yang sulit dijangkau jaringan perpipaan.
“Distribusi melalui mobil tangki akan diprioritaskan untuk daerah yang akses layanan air normalnya terbatas,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Endah Agustina






