Alwan Laundry, Tempat Sederhana yang Dipercaya Tangani Cucian Rujab Gubernur Kaltim

Alwan Laundry yang berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi RT 20 Samarinda.(FOTO: Aditya Setiawan/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA— Di tengah sorotan publik terkait anggaran laundry rumah jabatan (Rujab) Gubernur Kalimantan Timur, sebuah usaha laundry sederhana di Jalan Wolter Monginsidi RT 20 Samarinda mendadak menjadi perhatian.

Tempat itu bernama Alwan Laundry, usaha rumahan yang selama ini dipercaya menangani berbagai kebutuhan pencucian perlengkapan Rujab Gubernur Kaltim.

Jika dilihat sekilas, bangunannya tak jauh berbeda dari usaha laundry pada umumnya. Berdiri di bangunan beton dua lantai dengan spanduk kecil yang tampak sederhana, tak banyak yang menyangka tempat tersebut menjadi salah satu mitra Pemerintah Provinsi Kaltim.

Pemilik Alwan Laundry, Enny, mengatakan usaha miliknya lebih banyak menangani perlengkapan rumah tangga berukuran besar dibanding pakaian dinas.

“Kami fokus ke karpet, taplak meja, sarung kursi, bed cover dan perlengkapan lain di rujab. Kalau pakaian dinas biasanya tidak kami tangani, kecuali penyedia lain tidak bisa,” ujarnya.

Baca Juga :  Buntut Hak Angket Gubernur Kaltim, 5 Fraksi Lanjut, PAN Pilih Tunda dan Kaji Ulang

Menurut Enny, kerja sama dengan Pemprov Kaltim bukan hal baru. Ia mengaku sudah mulai menjadi mitra sejak masa Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik pada 2023 lalu.

“Sudah dari zaman Pak Pj Gubernur Akmal Malik ada kerja sama dan saya jadi salah satu penyedia jasa laundry untuk pengerjaan di rujab gubernur,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu alasan Alwan Laundry dipilih karena kesiapan menerima pekerjaan mendadak, termasuk pada malam hingga dini hari. Menurutnya, kebutuhan dari rumah jabatan gubernur sering kali tidak menentu dan membutuhkan layanan cepat.

“Khusus untuk rujab gubernur, saya buka layanan 24 jam. Kadang ada permintaan malam hari dan harus selesai sebelum pagi karena mau dipakai,” jelas Enny.

Baca Juga :  Tokoh- tokoh Senior Kaltim Harapkan Bertemu Presiden Prabowo

Bahkan, ia mengaku beberapa kali menerima panggilan mendadak untuk menyelesaikan cucian dalam waktu singkat.

“Ada yang masuk jam 10 malam dan harus selesai sebelum pagi. Pernah juga diminta selesai jam 3 dini hari,” ungkapnya.

Berawal dari permintaan pencucian cepat itulah, kerja sama kemudian berlanjut hingga sekarang. Enny menegaskan dirinya mendapatkan pekerjaan tersebut bukan karena kedekatan dengan pihak tertentu.

“Awalnya dihubungi untuk cuci malam hari dan harus cepat selesai. Setelah itu saya kirim proposal dan sampai sekarang masih berjalan. Tidak ada kenalan orang dalam,” tegasnya.

Di tengah polemik anggaran laundry yang sempat ramai diperbincangkan publik dengan angka mencapai Rp450 juta, Enny memastikan nilai yang diterima pihaknya tidak sebesar yang beredar.

Baca Juga :  Buntut Hak Angket Gubernur Kaltim, 5 Fraksi Lanjut, PAN Pilih Tunda dan Kaji Ulang

Ia menyebut pembayaran dilakukan melalui sistem invoice bulanan oleh Biro Umum Pemprov Kaltim dengan nominal yang fluktuatif tergantung jumlah kegiatan di rumah jabatan gubernur.

“Untuk dari rujab gubernur rata-rata per bulan sekitar Rp8 juta sampai Rp10 juta. Kalau banyak acara atau mendekati lebaran bisa sampai Rp15 juta,” jelasnya.

Enny juga membantah isu yang menyebut Alwan Laundry sempat tutup akibat polemik tersebut. Ia mengatakan usahanya hanya belum buka pada pagi hari karena menghadiri acara kerabat yang akan berangkat haji.

“Bukan tutup, tadi pagi belum buka karena ada teman mau berangkat haji, jadi saya hadir dulu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha