Peralihan Pengelolaan Aset Belum Jelas, Operasional Disdamkarmat Berau Terpaksa Gunakan Dana Swadaya

KENDARAAN: Beberapa kendaraan milik BPBD belum beralih ke Disdamkarmat Berau. (FOTO: Georgie/benuakaltim)

benuakaltim.co.id, BERAU– Lambatnya proses birokrasi pengalihan aset di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berdampak fatal terhadap operasional sejumlah armada taktis Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat).

Keberadaan kendaraan itu kini terancam rusak tanpa adanya perawatan. Masalah ini dipicu oleh belum adanya kejelasan pengalihan aset dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ke Disdamkarmat Berau.

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan menjelaskan status hukum pengalihan aset yang menggantung tersebut menyebabkan pihaknya tak bisa bergerak bebas dalam melakukan perawatan.

Baca Juga :  Ironi di Tengah Masifnya Aktivitas Tambang, BUMK Sejumlah Kampung di Berau Justru Mati

Meskipun secara fungsional kendaraan tersebut masih bisa digunakan, pengalihan aset yang lambat akan menyebabkan anggaran untuk perawatan tidak bisa dikucurkan.

“Jadi, kami hanya bisa gunakan saja. Tapi kalau untuk perawatan kami tidak bisa. Urusannya juga kayaknya masih panjang sekali. Saat ini kami masih menunggu dari Sekda,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Berau Tegaskan Tak Punya Wewenang Tetapkan Hak Ulayat

Pengalihan aset yang belum terlaksana itu, lanjut Rakhmadi, menyebabkan anggaran untuk pemenuhan operasional tak bisa dikucurkan begitu saja. Akibatnya, pihaknya harus mengambil inisiatif mandiri dengan menggunakan dana swadaya.

“Kami patungan untuk beli BBM, ganti oli, hingga perbaiki kerusakan kecil agar mobil pemadam tetap bisa bergerak,” jelasnya.

“Misalkan ada kebakaran, atau ada permintaan evakuasi tawon dan ular, apakah tidak kami gerakkan? Layanan publik harus tetap berjalan,” sambungnya.

Baca Juga :  Sembunyi di Kolong Rumah Warga, Pencuri Tabung Gas LPG di Tanjung Redeb Diamankan Polisi

Rahmadi berharap pengalihan status aset itu dapat segera diselesaikan. Pemkab Berau harus segera mengambil langkah konkret untuk merampungkan pelimpahan aset sebelum operasional pelayanan darurat benar-benar lumpuh total.

“Kita sudah usulkan ke Sekda dan berharap masalah ini bisa segera beres,” tandasnya. (*)

Reporter: Georgie

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha