benuakaltim.co.id, BERAU — Isu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta persiapan berbagai agenda pariwisata besar di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini menjadi sorotan publik.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa, memberikan penjelasan lengkap mengenai klarifikasi titik api di wilayah Kecamatan Pulau Derawan hingga kesiapan puluhan agenda pariwisata yang akan digelar sampai akhir tahun. Terkait maraknya kabar mengenai banyaknya titik api di kawasan Pulau Derawan, Yudha Budisantosa mengimbau publik agar tidak salah kaprah.
“Bukan pulau wisata Derawan-nya, tetapi wilayah Kecamatannya,” tegas Yudha saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026).
Ia menjelaskan sejauh ini penanganan karhutla sudah ditangani secara teknis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dari pihak Disbudpar dan pemerintah setempat, imbauan terus disampaikan kepada masyarakat dan para kepala kampung agar lebih berhati-hati saat membuka lahan.
“Kami menyarankan kepada kepala kampung untuk terus mengimbau warga agar jangan membuka lahan dengan membakar tanpa dikendalikan, karena bisa merambat ke mana-mana,” tambah Yudha.
Di balik isu lingkungan tersebut, kabar membanggakan datang dari sektor pariwisata. Perwakilan dari Kabupaten Berau yang juga membawa nama Kalimantan Timur, Balkis, berhasil menembus babak semifinal hingga lolos ke Babak Final ajang pemilihan nasional setelah menyisihkan peserta dari berbagai daerah besar seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Riau.
“Alhamdulillah, Balkis berhasil masuk ke babak final sebagai juara favorit dari hasil voting dan seleksi ketat,” ujar Yudha.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Berau. Para finalis dijadwalkan akan kembali dikumpulkan pada bulan September mendatang untuk mengikuti rangkaian audisi final.
Menyambut Hari Jadi Kabupaten Berau dan perayaan akhir tahun, Disbudpar Berau telah menyiapkan deretan acara akbar.
Beberapa event terdekat dan mendatang antara lain, Bupati Berau Independence Run (Akhir Agustus), Berau Ethnic Carnival (September, digelar setelah upacara peringatan Hari Jadi), Karap Fest (November) yang menyajikan pameran UMKM, seni budaya, serta lomba-lomba anak muda. Lalu ada juga rangkaian lomba hari jadi, lomba perahu panjang, olahraga tradisional (menyumpit, ketapel), Lomba Paduan Suara Mars Berau, Lomba Anjo’ Padas, hingga Festival Jajanan.
Guna menunjang kenyamanan para wisatawan, Disbudpar Berau juga gencar melakukan pembenahan infrastruktur penunjang di destinasi wisata unggulan. “Saat ini pembenahan fasilitas sudah berjalan di 12 titik lokasi,” terang Yudha.
Beberapa di antaranya mencakup pembangunan fasilitas toilet dan dermaga di Danau Pemukiman Bekudung (Tumbit Dayak), pintu gerbang desa wisata di Kelay, hingga pembenahan fasilitas lanjutan di Teluk Bayur serta kawasan Makam Belanda. Selain 12 titik tersebut, terdapat 4 titik lokasi tambahan yang nilainya cukup besar dan saat ini masih dalam proses lelang. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






