benuakaltim.co.id, BERAU – Sebuah gebrakan mengejutkan datang dari sektor industri di Kabupaten Berau. Pabrik lama yang sempat terhenti, kini resmi membuka kembali operasionalnya yaitu Kertas Nusantara (KN).
Menariknya, pihak manajemen tidak serta-merta membuka lowongan kerja secara bebas untuk anak muda asal dari Kabupaten Berau, melainkan memilih untuk memanggil kembali para mantan karyawan mereka untuk bekerja.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, Anang Saprani. Menurutnya, langkah ini diambil karena para mantan pekerja tersebut dinilai sudah memiliki keahlian dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan operasional pabrik sejak masa pembangunan awal.
“Mereka lebih banyak memanggil kembali karyawan-karyawan mereka yang dulu, yang punya skill dan sertifikasi. Istilahnya dipanggil untuk dikaryakan kembali,” ujar Anang Saprani, Kamis (28/5/2026).
Meskipun sistem perekrutannya menggunakan skema kontrak atau perjanjian tersendiri dan tidak seperti rekrutmen tenaga kerja usia muda pada umumnya, kehadiran pabrik ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal secara bertahap.
Anang menjelaskan bahwa operasional pabrik ini melibatkan banyak pihak ketiga atau subkontraktor di dalamnya. Berdasarkan pantauan saat peluncuran (launching), terlihat para pekerja mengenakan seragam yang bermacam-macam warna, menandakan banyaknya vendor yang terlibat.
“Pihak perusahaan memang memiliki tempat, tetapi secara kontraktor mungkin dibagi-bagi. Bagian pabrik bisa saja dipegang perusahaan A, bagian lain oleh perusahaan B,” tambahnya.
Mengenai keluhan masyarakat lokal yang belum terserap, Anang menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar karena perekrutan belum bisa menampung semua orang sekaligus, terutama bagi yang belum memiliki keterampilan (non-skill).
“Mencegah terjadinya ketegangan sosial dan agar warga lokal tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri, Disnakertrans Berau mendesak pihak perusahaan untuk memiliki program pelatihan matang pada tahun 2026 ini,” tegasnya.
Ia menjelaskan sasaran utamanya adalah para lulusan sekolah yang tidak melanjutkan ke jenjang kuliah. Anang optimistis, pelatihan singkat selama 3 hingga 6 bulan sudah cukup untuk membekali pemuda setempat agar siap bekerja di posisi-posisi dasar yang tidak bersifat mendesak (urgent).
“Tinggal nanti berkoordinasi dengan kepala kampung dan kecamatan untuk mendata anak-anak yang baru lulus. Ini untuk kesiapan SDM jangka panjang kita,” tegas Anang.
Selain membahas operasional pabrik tersebut, Anang Saprani juga menegaskan bahwa Disnakertrans Berau tetap mengawasi dan memonitor perkembangan kasus-kasus ketenagakerjaan masa lalu yang belum tuntas, salah satunya terkait eks karyawan PT Kertas Nusantara (PT KN).
Ia mengungkapkan, sebenarnya sudah ada kesepakatan bersama yang dimediasi di DPR pada tahun 2025 lalu. Dalam dokumen yang ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD Berau Subroto saat aksi demonstrasi besar-besaran, disepakati bahwa pemenuhan hak-hak mantan karyawan akan diselesaikan selambat-lambatnya pada akhir November.
“Kami terus memonitor kasus-kasus yang dulu. Memang penyelesaiannya bertahap, tidak bisa langsung ratusan orang seperti membalikkan telapak tangan. Tapi kami berharap kesepakatan itu benar-benar terealisasi,” tutup Anang. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






