benuakaltim.co.id, SAMARINDA– Menjelang arus mudik Idulfitri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat rumah ditinggalkan dalam waktu lama.
Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH, Kamis (12/3/2026), mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap aspek keselamatan rumah tangga.
Edukasi dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari penyampaian langsung kepada komunitas hingga pemasangan papan imbauan di sejumlah titik di Kota Samarinda.
Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada warga yang berencana mudik agar memastikan seluruh peralatan rumah tangga dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
“Kalau hendak mudik, pastikan kompor sudah benar-benar dimatikan. Selain itu, cabut juga colokan listrik atau stop kontak yang tidak diperlukan untuk mencegah terjadinya korsleting,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, sebagian besar kasus kebakaran yang terjadi di Samarinda masih disebabkan oleh korsleting listrik. Persentasenya bahkan mencapai lebih dari separuh dari total kejadian kebakaran yang ditangani petugas.
Selain faktor listrik, kebakaran juga kerap dipicu oleh kelalaian saat menggunakan kompor, seperti lupa mematikan api setelah memasak atau memanaskan makanan.
Sebagai langkah antisipasi dini, Disdamkar juga mendorong masyarakat untuk memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di rumah.
“Setiap rumah sebaiknya memiliki minimal satu APAR untuk penanganan awal jika terjadi kebakaran kecil. Kalau api sudah membesar, barulah petugas damkar bersama relawan turun melakukan pemadaman,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Endah Agustina






