benuakaltim.co.id, BERAU – Kelangkaan Elpiji (LPG) subsidi 3 kilogram di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, akhirnya menemui titik terang.
Setelah hampir 10 hari masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan “si melon”, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.
Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Diskoperindag Berau, Hotlan Silalahi, mengungkapkan pihaknya telah memantau kegaduhan di media sosial maupun laporan langsung dari masyarakat selama lebih dari sepekan terakhir.
“Keluhan terkait LPG saya amati sekitar satu minggu lebih di media itu luar biasa, hampir 10 harian. Beritanya langka lah, apa lah. Maka itulah yang menjadi dasar pertimbangan kami untuk segera melakukan operasi pasar,” ujar Hotlan saat ditemui di sela kegiatannya, Jumat (20/3/2026).
Guna memastikan kondisi riil di lapangan, Hotlan mengaku langsung turun tangan melakukan koordinasi hingga sidak ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) di Maluang.
“Kami akhirnya koordinasi, disamping kami juga turun ke lapangan meninjau langsung ke beberapa agen dan pangkalan. Kami koordinasi langsung ke SPBE di Maluang, kami turun bareng-bareng. Akhirnya kami putuskan sidak langsung saja tanpa pemberitahuan,” tegasnya.
Dalam sidak tersebut, terungkap fakta mengejutkan mengenai penyebab tersendatnya pasokan di Berau.
Hotlan menjelaskan adanya kendala redistribusi yang diperparah dengan beban pelayanan SPBE Maluang yang juga mencakup wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).
“Sebenarnya ada kendala redistribusi. Kenapa antre banyak sekali di sana? Karena dia melayani bukan hanya Berau, tapi juga Kaltara. Mobil agen-agen dari Kaltara itu juga ada di sana,” ungkap Hotlan.
Kondisi ini membuat pihak pengelola harus bekerja ekstra keras hingga lembur malam hari untuk menstabilkan kembali distribusi yang sempat tertinggal selama lima hari.
Meski sempat terjadi kendala distribusi, Hotlan meminta masyarakat untuk tetap tenang. Berdasarkan koordinasi dengan pihak Pertamina, stok gas LPG saat ini dalam kondisi aman.
“Stok aman, jadi stok ini (yang ada) bisa sampai tanggal 20. Paling lambat diperkirakan tanggal 19 kapal yang membawa (LPG) itu akan datang lagi. Artinya sudah ada antisipasi yang dilakukan,” jelasnya.
Saat ini, operasi pasar dipusatkan di Tanjung Redeb sebagai pusat keramaian dan kebutuhan tertinggi.
Namun, Diskoperindag Berau telah bersurat resmi kepada Pertamina agar operasi serupa dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Berau.
“Kami sudah bersurat ke Pertamina untuk di seluruh kecamatan melaksanakan ini. Tinggal nanti Pertamina mengoordinasikan jadwalnya kapan. Kami berharap Pertamina bekerja sama dengan agen-agen di kecamatan masing-masing,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli






