benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya menjelaskan latar belakang percepatan pergantian Direktur Utama Bankaltimtara yang belakangan menjadi sorotan publik.
Pergantian tersebut diketahui melibatkan Dirut Bankaltimtara, Muhammad Yamin. Sementara itu, proses penjaringan calon pengganti telah melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Otoritas Jasa Keuangan. Dua nama yang dikabarkan lolos adalah Romy Wijayanto dan Amri Mauraga.
Rudy menegaskan, keputusan percepatan pergantian bukan tanpa alasan. Salah satu faktor utama adalah mencuatnya kasus dugaan korupsi kredit fiktif yang terjadi di wilayah Kalimantan Utara.
“Pertama, di Kalimantan Utara terjadi tindak pidana korupsi. Itu yang harus anda bunyikan juga. Orangnya ditahan. Tahu berapa ratus miliar uang Bankaltimtara, uang rakyat Kalimantan Timur, yang hilang? Ratusan miliar. Masa mau dibiarkan?,” tegasnya, Senin (30/3/2026).
Selain itu, Rudy juga menyoroti kinerja keuangan Bankaltimtara dalam dua tahun terakhir. Ia menyebut adanya penurunan signifikan pada setoran dividen kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam APBD 2024, target dividen Bankaltimtara ditetapkan sebesar Rp338 miliar. Namun realisasi yang diterima hanya sekitar Rp191 miliar, atau turun sekitar 32 persen dari target.
“Kita sudah memasukkan dalam APBD Kalimantan Timur target deviden dari Bankaltimtara sebesar Rp338 miliar. Tetapi yang bisa didapat hanya Rp191 miliar. Bagaimana mau kita pertahankan?” ujarnya.
Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa proses penentuan direktur utama sepenuhnya berada di tangan panitia seleksi independen, bukan kepala daerah. Ia memastikan seluruh mekanisme berjalan secara profesional dan berbasis kompetensi.
“Yang melaksanakan kegiatan seleksi itu adalah panitia seleksi, bukan kepala daerah. Mereka yang menentukan apakah seseorang layak atau tidak layak menjadi dirut. Jadi sebenarnya tidak ada urusannya langsung dengan kita,” tambahnya.
Ia berharap, melalui proses seleksi yang ketat dan transparan, Bankaltimtara ke depan dapat dipimpin oleh figur yang kompeten serta mampu mengembalikan kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan daerah tersebut. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






