Krisis Sampah di Berau: Biaya Operasional Rp 3,5 M, Retribusi Tak Sampai Rp 1 M

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU-Masalah sampah di Kabupaten Berau kini tengah memasuki babak baru yang cukup serius.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau mengungkapkan adanya ketimpangan besar antara biaya operasional penanganan sampah dengan realisasi retribusi yang diterima dari masyarakat.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, membeberkan kondisi terkini pengelolaan limbah rumah tangga di wilayahnya yang kian memprihatinkan.

Zulkifli menyatakan, volume sampah di Kabupaten Berau saat ini telah mencapai angka yang fantastis, yakni sekitar 90 hingga 100 ton setiap harinya.

Baca Juga :  Pemkab Berau Kembangkan Bibit Udang Windu Lokal, Diklaim Lebih Unggul dari Kota Tarakan

Untuk menangani jumlah tersebut, dibutuhkan anggaran operasional yang tidak sedikit, terutama untuk biaya bahan bakar minyak (BBM) armada pengangkut.

“Biaya operasional kita, terutama untuk BBM, itu mencapai Rp 3,5 miliar per tahun. Namun, jika kita melihat angka retribusi sampah yang masuk, perbandingannya sangat jauh,” ujar Zulkifli Azhari, Jumat (8/5/2026).

Fakta mengejutkan terungkap saat Zulkifli memaparkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi kebersihan. Hingga saat ini, realisasi retribusi sampah di Berau baru menyentuh angka sekitar Rp 800 juta hingga Rp 900 juta per tahun.

Baca Juga :  Bocoran Proyek Rahasia Wisata Kota Tua Berau, Kerja Sama dengan Belanda?

Angka tersebut bahkan tidak mencapai 30 persen dari total biaya operasional yang dikeluarkan pemerintah hanya untuk urusan BBM armada saja. Kondisi ini menyebabkan beban APBD Berau semakin berat untuk menutupi selisih biaya pemeliharaan dan operasional lainnya.

Menanggapi ketimpangan tersebut, Zulkifli mengisyaratkan perlunya penyesuaian regulasi terkait besaran retribusi kebersihan. Ia menilai tarif retribusi yang berlaku saat ini sudah sangat tidak relevan dengan kebutuhan lapangan.

“Sudah saatnya kita melakukan penyesuaian, karena tarif yang ada sekarang sudah sangat lama tidak diperbarui. Kami sedang mengkaji aturan baru agar pengelolaan sampah bisa lebih mandiri dan maksimal,” tambahnya.

Baca Juga :  Transformasi Ekonomi, Budidaya Rumput Laut Jadi Andalan Baru di Berau

Selain masalah biaya, DLHK juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.

Menurutnya, beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa dikurangi jika masyarakat mulai menerapkan konsep reduce, reuse, dan recycle (3R).

“Saya berharap, dengan adanya penyesuaian tarif nantinya, pelayanan kebersihan di Kabupaten Berau bisa ditingkatkan secara signifikan demi kenyamanan warga,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha