Jaringan Internet jadi Sorotan, Disdikbud Samarinda Evaluasi Pelaksanaan Uji Coba TKA

Pelaksanaan Uji Coba TKA di SDN 003 Sungai Kunjang, Kota Samarinda. (FOTO: Aditya Setiawan/Benua Kaltim)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis digital di Kota Samarinda masih menghadapi tantangan, terutama terkait stabilitas jaringan internet. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda mencatat kendala tersebut sempat mengganggu jalannya uji coba.

Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin, mengungkapkan bahwa gangguan koneksi terjadi saat simulasi TKA, bahkan berdampak pada perubahan jadwal pelaksanaan.
“Yang TKA kemarin saja sempat digeser karena jaringannya lelet, padahal itu ujian sekelas nasional,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/3/2026).

Baca Juga :  Arus Penumpang di Terminal Samarinda Seberang Mulai Meningkat Jelang Mudik

Menurutnya, sistem ujian yang terintegrasi secara nasional membuat kualitas jaringan menjadi faktor penentu. Ketika koneksi tidak stabil, maka proses pelaksanaan ujian bisa terganggu secara menyeluruh.

Asli menekankan pentingnya peningkatan kualitas jaringan ke depan agar pelaksanaan TKA dapat berjalan lebih lancar. Namun, ia juga mengingatkan agar peserta tidak serta-merta menjadikan kendala teknis sebagai alasan.

“Kalau jaringannya bagus dan peserta lain normal, kenapa yang bersangkutan tidak? Itu juga perlu diklarifikasi,” tegasnya.

Baca Juga :  Rute Samarinda–Jakarta Dominasi Arus Mudik di Bandara APT Pranoto

Terkait jadwal pelaksanaan, Disdikbud memastikan TKA tetap akan dilanjutkan setelah tahap uji coba selesai. Pelaksanaan berikutnya diperkirakan berlangsung pada April 2026.

Meski demikian, Asli menegaskan bahwa hasil evaluasi sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah hanya memberikan masukan.

“Kami hanya memberikan masukan. Nanti yang menjawab dan mengevaluasi secara menyeluruh itu dari pusat,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini berbagai sistem pendidikan telah terintegrasi secara digital, termasuk seleksi kepala sekolah yang terhubung dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Baca Juga :  Pelindo Tambah Fasilitas Pelabuhan Samarinda, Sambut Lonjakan Pemudik

Dengan kondisi tersebut, ia menilai stabilitas jaringan menjadi faktor krusial agar seluruh sistem dapat berjalan optimal tanpa hambatan.
“Kalau jaringan macet atau lelet, semua sistem bisa terdampak. Itu yang jadi perhatian kita bersama,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *