Bukan Tower Rusak, Ini Penyebab Internet Derawan dan Maratua Sempat Lemot

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU – Sempat dikeluhkan masyarakat dan wisatawan, gangguan jaringan internet di kawasan wisata Derawan dan Maratua akhirnya terungkap.

Bukan karena tower rusak, melainkan akibat kabel fiber optik (FO) yang terputus di wilayah Tanjung Batu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, menjelaskan gangguan tersebut terjadi akibat kabel jaringan milik Telkom terkena aktivitas penggalian.

“Jadi sebenarnya bukan towernya yang bermasalah. Kabel FO di Tanjung Batu sempat putus karena terkena penggalian, sehingga berdampak ke jaringan internet di Derawan dan Maratua,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (15/5/2026).

Baca Juga :  Transformasi Ekonomi, Budidaya Rumput Laut Jadi Andalan Baru di Berau

Akibat gangguan itu, koneksi internet di sejumlah wilayah kepulauan sempat melambat dan tidak stabil. Namun Diskominfo memastikan jaringan tidak sepenuhnya lumpuh karena masih ditopang jaringan cadangan dari Biatan sebesar 400 Mbps.

“Masih bisa digunakan, hanya memang tidak maksimal ketika jalur utama mengalami cut off,” jelasnya.

Di balik gangguan tersebut, Pemkab Berau justru tengah menyiapkan penguatan jaringan internet untuk kawasan wisata unggulan. Bahkan kapasitas internet di Derawan kini telah ditingkatkan cukup signifikan.

Baca Juga :  Kurangi Ketergantungan Bibit dari Luar, Berau Genjot Pengembangan Hortikultura

Didi menyebut, bandwidth internet Derawan yang sebelumnya 750 Mbps kini naik menjadi 1.200 Mbps berkat kerja sama dengan Telkom.

“Alhamdulillah ada penambahan kapasitas. Ini penting karena kebutuhan internet di daerah wisata terus meningkat,” katanya.

Tak hanya Derawan, penguatan jaringan juga direncanakan untuk wilayah Maratua hingga pesisir Biduk-Biduk.

Diskominfo bersama Telkomsel Tarakan disebut akan melakukan survei guna memetakan titik jaringan yang masih perlu diperkuat. Menurut Didi, langkah tersebut dilakukan agar kenyamanan masyarakat dan wisatawan tetap terjaga, terutama di kawasan destinasi unggulan Berau.

Baca Juga :  Tingginya Biaya Operasional dan Keterbatasan Teknologi Jadi Alasan Nelayan Berau Tak Beralih ke Sistem Budidaya Perikanan

Sementara itu, terkait gangguan jaringan akibat cuaca buruk, ia mengakui kondisi alam masih menjadi tantangan tersendiri bagi wilayah kepulauan.

“Kalau angin kencang atau cuaca ekstrem memang cukup berpengaruh. Kadang jaringan terganggu karena faktor satelit atau listrik padam. Itu faktor alam yang sulit dihindari,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha