benuakaltim.co.id, BERAU – Dunia pendidikan di wilayah IV Kalimantan Timur tengah menjadi sorotan. Seorang guru diduga terjerat pidana pencabulan saat menjalankan tugasnya.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Wilayah IV, Ahmadong, angkat bicara saat dikonfirmasi wawancara via telfon oleh benuakaltim.co.id.
Ahmadong menegaskan, pihaknya berkomitmen penuh untuk menghormati segala prosedur hukum yang sedang berjalan.
Ia menyatakan, tim dari pengawas sekolah sudah diterjunkan langsung ke lokasi untuk menggali informasi lebih dalam. Buntut dari kejadian ini, Ahmadong meminta seluruh tenaga pendidik di wilayahnya untuk lebih mawas diri.
Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam metode pengajaran agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Tentunya ini menjadi evaluasi ya, untuk guru-guru agar selalu berhati-hati dalam mendidik dan mengajar anak-anaknya,” ujar Ahmadong dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Sebagai langkah awal, Dinas Pendidikan telah memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Ahmadong memaparkan, koordinasi intensif telah dilakukan antara pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru yang bersangkutan.
“Yang jelas sudah turun tim dari pengawas sekolah. Kemarin dikumpulkan guru dan kepala sekolahnya, sudah sampai ke sana,” tambahnya.
Meski proses hukum masih bergulir, Ahmadong memastikan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini melalui koordinasi dengan pengawas sekolah setempat guna menjaga stabilitas kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






